Jenis Bahan Knalpot : Pilih Mana?

Jenis Bahan Knalpot – Supaya dapat berjalan, mesin mobil harus melakukan pembakaran. Sisa pembakaran tersebut harus dikeluarkan melalui knalpot. Jadi, fungsi utama knalpot adalah sebagai saluran pembuangan sisa pembakaran yang terjadi pada mesin mobil.

Selain itu, knalpot bertugas untuk meredam suara bising saat pembakaran terjadi. Kemudian, knalpot juga harus mengatur polusi atau asap yang keluar dan membantu penambahan tenaga mesin.

Setiap knalpot mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Pemasangan knalpot pada mobil tidak boleh sembarangan. Misalnya, dalam hal diameter pipa knalpot. Diameter pipa knalpot dapat menjaga keseimbangan di antara kecepatan gas pembuangan dengan jumlah gas yang akan dibuang oleh mesin.

Knalpot dengan diameter yang besar akan mengurangi kecepatan pembuangan, namun dapat memberikan ruang yang lebih besar untuk jumlah gas yang akan dibuang. Di sisi lain, diameter pipa yang kecil bisa menambah kecepatan serta mengurangi jumlah gas pembuangan.

Jenis Bahan Knalpot

Ilustrasi Jenis Bahan Knalpot
Ilustrasi Jenis Bahan Knalpot, Sumber : gooto.com

Selain ukurannya, knalpot pun memiliki bahan-bahan pembuat yang berbeda-beda. Komponen penyusunnya berpengaruh pada daya tahan serta kekuatan knalpot. Terdapat beberapa jenis bahan knalpot yang sering ditemui, yakni Stainless Steel, Aluminium, Galvanis, dan Monel.

Lantas bagaimana perbedaan dari jenis bahan knalpot tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Stainless Steel

Stainless sering juga disebut logam alloy. Bahan ini tersusun atas campuran baja, kromium, nikel, dan lainnya. Knalpot dari stainless cenderung tahan karat. Makanya, harga knalpot stainless relatif mahal. Namun, knalpot yang ringan ini rentan panas dan bisa mengendapkan panas yang lebih besar dari material lainnya.

Keunggulan bahan stainless steel antara lain : tahan karat, mudah dibentuk dan presisi dibanding besi maupun galvanis, jika terkena noda mudah dibersihkan, dan lebih ringan dibanding besi maupun galvanis.

Sedangkang kekurangan bahan ini di antaranya : harga sedikit mahal, proses pembentukan mengharuskan press, berdasarkan pemakaian pribadi, bahan stainless ternyata lebih panas, dan akan mudah menguning jika tidak dirawat.

Bahan stainless steel tidak hanya digunakan dalam bidang otomotif, juga biasanya digunakan untuk perabotan atau alat-alat rumah tangga sampai saat ini juga bahan stainless steel bisa untuk pembuatan keranda jenazah.

2. Aluminium

Ilustrasi Knalpot Aluminium
Ilustrasi Knalpot Aluminium, Sumber : mobilmo.com

Dapat dibilang, kualitas bahan yang satu ini berada satu tingkat di bawah stainless. Material aluminium tersusun atas campuran besi dan stainless. Bahan ini sering juga disebut sebagai pipa ALC. Aluminium berpotensi untuk berkarat.

Kelebihan dari bahan Aluminium yaitu mudah dibentuk, kuat, tidak berkarat, selalu terlihat cerah, dan jika terkena goresan halus mudah untuk mengilangkannya yaitu dengan cara dipoles. Adapun kekurangannya yaitu harga mahal, makanya masih jarang pabrikan knalpot aftermarket yang menggunakan bahan tersebut.

3. Galvanis

Dengan harga yang relatif murah, knalpot berbahan galvanis sering ditemui di pasar atau bengkel. Akan tetapi, material ini sangat mudah berkarat. Makanya, daya tahan knalpot galvanis lebih singkat daripada knalpot alumunium.

Adapun kelebihan bahan galvanis adalah terlihat lebih mengkilap dibanding besi, lebih tahan karat dibanding besi, lebih ringan dibanding besi, mudah dibentuk, dan banyak varian knalpot yang dijual baik itu yang 2 tak maupun 4 tak. Meskipun lebih tahan karat dibanding besi, namun jika tidak dirawat akan mudah berkarat juga.

4. Monel

Monel adalah pipa campuran nikel, tembaga, sedikit besi, sulfur, dan unsur-unsur lainnya. Banyak yang bilang, knalpot monel harus sering dirawat/dibersihkan supaya tidak muncul bercak-bercak karat. Biasanya, monel adalah bahan yang dipakai oleh pabrik mobil untuk membuat knalpot baru lainnya.

Selain keempat bahan di atas, ada juga bahan titanium dan karbon. Bahan ini ringan dan kuat. Tapi, biaya yang dikeluarkan demi bahan ini bakalan lebih banyak. Hal itu disebabkan oleh pembuatannya yang membutuhkan teknik khusus. Apalagi, materialnya cukup sulit untuk ditemukan. Sekarang ini, bisa Anda temui produsen knalpot yang menggabungkan beberapa bahan knalpot menjadi satu rangkaian. 

Ilustrasi Knalpot Mobil
Ilustrasi Knalpot Mobil, Sumber : tribunnews.com

Misalnya, bagian kepala dan leher knalpot menggunakan bahan galvanis lalu bagian silencer menggunakan stainless. Paduan tersebut bisa membuat knalpot lebih tahan lama dengan biaya yang cenderung murah.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa jenis bahan knalpot. Sebetulnya, setiap bahan tetap memiliki kecenderungan untuk berkarat. Daya tahannya saja yang berbeda. Tentunya, daya tahan ini bisa Anda perpanjang dengan perawatan yang rutin.

Dengan sikat kawat, amplas halus, juga lap, Anda bisa mengurangi potensi terjadinya karat. Kalau sudah berkarat, Anda bisa pakai cairan anti karat. Kalau mobil Anda habis menerjang hujan, segeralah cuci mobil dengan air bersih dan sampo khusus mobil.

Ketika sudah dibilas dan mobil sudah betul-betul kering, Anda tinggal menyemprotkan cairan anti karat pada bagian-bagian knalpot yang kiranya membutuhkan. Untuk mencegah karat pada bagian knalpot mobil, Anda bisa memasukkan beberapa tetes oli ke dalam lubang knalpot.

Nyalakan mobil setelah beberapa tetes oli dimasukkan ke dalam knalpot. Knalpot akan mengeluarkan asap putih. Tidak usah khawatir, itu berarti oli sedang merontokkan karat di bagian dalam lubang knalpot. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Simak artikel lainnya di sini.

Leave a Reply